Tambang Picu Perubahan Iklim

Tambang Picu Perubahan Iklim

Tambang Picu Perubahan Iklim. Berita terbaru, Masyarakat di Pulau Timor meyakini bahwa penambangan mangan di wilayah itu menjadi salah satu pemicu perubahan iklim yang menyebabkan hingga pertengahan bulan Juli 2010, masih berlangsung hujan lebat setiap hari.
Tambang Picu Perubahan Iklim
Sejumlah warga penambang yang ditemui lokasi pertambangan Dusun A Desa Nian, Kecamatan Miomafo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, Jumat, menyatakan keyakinan itu didasarkan pada fungsi mistik yang dimiliki batu mangan tersebut.

Kepala Dusun setempat Simon Boysala, dalam tradisi masyarakat Tior Tengah Utara, terutama suku dawan, mangan disebutnya “fatu metan” atau batu hitam (mangan) yang diburuh para investor saat ini tidak boleh diganggu, apalagi dipindahkan siapa pun.

Menurut dia, dulu bila batu mangan muncul ini di kebun, pemilik kebun kemudian memposisikan batu tersebut pada tempat yang layak dan dijadikan sebagai tempat persembahan di kebun itu.

Artinya, “fatu metan” ini diyakini memiliki nilai mistik-magis yang sangat dihormati masyarakat dawan. Oleh karena itu, sampai kapan pun tidak boleh diapa-apakan. “Bila tidak, akan terjadi bencana atau peristiwa yang luar biasa dan membawa korban.

“Salah satu bukti yang dirasakan sekarang adalah hujan terus turun dan mengguyur daerah ini hingga bulan Juli, dimana berdasarkan kebiasaan setempat bulan seperti ini merupakan kesempatan bagi para petani untuk mulai menyiapkan lahan atau kebun untuk musim tanam pertanian lahan kering,” katanya.

Tetapi yang terjadi, katanya, justru hujan turun terus menerus dan diyakini masyarakat setempat sebagai siksaan dari pemilik batu mangan karena terus menerus digali (diganggu) tempatnya.

Kepercayaan ini, katanya, kemudian tergerus zaman kapitalistik dimana modal menguasai manusia dan angan-angan kesejahteraan akan digapai melalui penambangan mangan.

Dalam perjalanan, lanjutnya, ternyata “fatu metan” ini bukannya membawa kesejahteraan tetapi malah menghantar orang pada korban jiwa karena tertimbun tanah dan bencana lainnya.

Ia menyebut sekitar 12 korban jiwa akibat tertimbun tanah saat menggali mangan di wilayah pulau Timor itu, merupakan fakta lain yang membuktikan kalau “pemilik” batu mangan murka sehingga menimbul sejumlah orang harus menanggung resiko sebagai silih atas tindakan yang dilakukannya.

“Ini merupakan total korban terhitung sejak 2009 hingga Juli 2010 dan korban terakhir adalah Frans Kono yang juga merupakan tokoh adat setempat tewas tertindih batu, saat sedang menggali dan mencari mangan di tempat yang dianggap memiliki daya mistik yang kuat,” katanya.

Keyakinan akan pengaruh mistik dari batu tersebut, saat ini meresahkan masyarakat setempat, terutama keluarga korban akibat aktivitas mangan, sehingga ada yang memilih menghentikan aktivitas yang merusak lingkungan itu.


Tag : Tambang Picu Perubahan Iklim
Berikan Komentar Anda Mengenai Tambang Picu Perubahan Iklim

Leave a Reply

Harian Berita Index Of:

berita hari ini tentang iklim, berita perubahan iklim, Berita tambang, berita terbaru tentang iklim, timor tengah utara