Inflasi 1 Persen Di Bulan Agustus

Inflasi 1 Persen Di Bulan Agustus. Berita terbaru, Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi inflasi pada Agustus 2010 akan mencapai angka di bawah satu persen atau sekitar 0,91 persen.

Dia mengatakan laju inflasi masih dipengaruhi oleh harga bahan makanan dan pangan, terutama oleh harga beras.

“Inflasi sekitar 0,9 sampai 0,91 persen itu karena pangan masih naik dan beras masih naik harganya,” ujarnya.

Ia mengatakan inflasi Agustus turun daripada bulan lalu karena harga bahan makanan dan pangan tidak setinggi pada Juli walaupun masih terpengaruh faktor lain, seperti pendidikan tahun ajaran baru dan transportasi.

“Kita lihat tidak sampai satu persen. Kalau dibandingkan dengan bulan lalu, sekarang mulai turun. Bulan lalu kan tinggi semua bahan makanan. Sekarang hanya beras, jadi dari sisi makanan sudah mulai berkurang,” ujarnya.

Dengan tren seperti ini, menurut dia, inflasi pada akhir tahun bisa menembus angka 6,6 persen, atau jauh di atas asumsi pemerintah sebesar 5,3 persen.

“Inflasi tahunannya 6,6 persen kalau tidak salah. Tinggi juga,” ujarnya.

Untuk itu, kata Purbaya, pemerintah perlu meneruskan intervensi agar harga beras tidak naik terlalu tinggi. Jadi, faktor inflasi musiman tidak memengaruhi tinggi angka laju inflasi secara keseluruhan.

“Kalau program intervensi mulai smooth, dan Bulog sudah mulai berani, maka Desember beras mengurangi faktor musiman bisa mengurangi inflasi 0,5-0,6 persen. Jadi, tidak terlalu tinggi di akhir tahun,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat inflasi bulan Juli 2010 sebesar 1,57 persen yang didorong oleh kenaikan harga bahan pangan, terutama beras serta kenaikan biaya perpanjangan STNK.

Kepala BPS Rusman Heriawan menjelaskan kenaikan harga beras menyumbang 0,26 persen terhadap inflasi bulanan.

“Biaya perpanjangan STNK mungkin luput dari perhatian kita, sumbangannya terbesar kedua setelah beras, yaitu 0,21 persen,” ujarnya.

Selain beras, bahan makanan lain yang menyumbang cukup besar pada inflasi Juli adalah ayam ras (0,17 persen), cabai merah (0,16 persen), bawang putih (0,1 persen), cabai rawit (0,08 persen), telur ayam ras (0,07 persen), bawang merah dan ikan segar masing-masing 0,07 persen.

Sementara kentang, angkutan udara, nasi dan lauk pauk, kontrak rumah dan gula pasir, masing-masing menyumbang 0,02 persen.

Secara keseluruhan inflasi Januari-Juli menjadi 4,02 persen, sedangkan secara “year on year” inflasi Juli mencapai 6,22 persen.


Tag : Inflasi 1 Persen Di Bulan Agustus
Berikan Komentar Anda Mengenai Inflasi 1 Persen Di Bulan Agustus

Leave a Reply

Harian Berita Index Of:

berita terkini di akhir bulan agustus, berita bulan agustus