Banjir di Pakistan

Banjir di Pakistan. Berita terbaru, Banjir yang menerjang Pakistan telah menewaskan lebih dari 800 orang dalam sepekan, umum seorang pejabat pemerintah hari Sabtu (31/7), sementara tim penyelamat terus berjuang mencapai korban dan beberapa orang yang berhasil dievakuasi menderita demam, diare dan penyakit lainnya.

Banjir yang disebabkan derasnya hujan menimbulkan kehancuran hebat dalam pekan-pekan terakhir khususnya di provinsi barat laut di mana para pejabat mengatakan banjir itu adalah yang terburuk sejak 1929. Sejumlah sungai meluap, menghanyutkan desa-desa, jalan dan jembatan. Sebagian pasok listrik diputus untuk menghindari hubungan arus pendek.

Menteri informasi untuk provinsi barat laut, Mian Iftikhar Hussain, mengatakan laporan yang masuk dari berbagai distrik di seluruh barat laut menunjukkan lebih dari 800 orang tewas karena banjir dan masih banyak yang hilang.

Petugas penyelamat dan pasukan berjuang mencapai ratusan ribu penduduk Pakistan barat laut yang kehilangan rumah karena banjir. Sarana perhubungan dan komunikasi rusak berat, bahkan di daerah yang jauh dari tempat bencana.

Komisaris bantuan provinsi Shakil Qadir mengatakan wilayah yang paling parah dihantam banjir adalah Malakand di mana 102 orang tewas dan 16.000 terperangkap karena jembatan roboh dan jalan terputus. Qadir mengatakan sekitar 2800 warga Pakistan yang sedang berlibur terperangkap di Lembah Swat. Jalan Raya Karakoram Highway yang menghubungkan Pakistan dengan China juga tertutup setelah banjir menghanyutkan jembatan di distrik Shangla dan juga Gilgit-Baltistan.

Helikopter digunakan untuk membawa barang-barang yang diperlukan. Peshawar kota utama di barat laut, daerah Swat dan Shangala terputus dari bagian lain negara itu. Penduduk Muzaffarabad, ibukota Kashmir Pakistan mengatakan kepada BBC tidak terdapat listrik dan air minum di sebagian daerah kota tersebut.

Kota Nowshera dan Charsadda juga wilayah yang terparah diterjang banjir dengan ratusan rumah hanyut dan hotel-hotel di sekitar tepi sungai terendam. “Setengah Nowshera sudah terendam banjir.Rumah sakit militer dan gedung-gedung lainnya juga terendam. Beberapa konvoi truk militer terjebak,” ujar Imran Khan.

Seorang dokter yang bertugas di kamp pengungsian menjelaskan beberapa pengungsi mengalami diare dan penyakitnya lainnya di kulit yang menyebabkan gatal. Anak-anak dan orang dewasa juga mengalami hal yang sama. “Karena banjir, mereka kini merasa sakit dan menderita demam dan batuk,” ujar Mehmood Jaa.

Militer Pakistan dalam pernyataan mengatakan sejauh ini telah mengevakuasi sekitar 14.250 orang dan mengirim 50 ton bantuan ke lokasi banjir. Musim hujan di Pakistan berlangsung hingga Minggu pertama bulan September. Petugas BMG memperkirakan hujan akan terus turun hingga 10 hari ke depan.


Tag : Banjir di Pakistan
Berikan Komentar Anda Mengenai Banjir di Pakistan

Leave a Reply

Harian Berita Index Of:

banjir di pakistan, banjir pakistan, berita banjir, Banjir dipakistan, pakistan banjir, hujan darah di pakistan, berita banjir di pakistan, berita banjir pakistan, berita tentang banjir, Banjir terbaru, berita pakistan, berita banjir terbaru, Banjir pakistan 2010, berita terbaru tentang banjir, berita banjir terkini, berita tentang banjir di pakistan, banjir fakistan, hujan darah dipakistan, hujan darah pakistan, brita banjir, berita terkini tentang banjir, berita terbaru pakistan, berita pakistan banjir, banjir di pakisan, www banjir dipakistan, Berita di pakistan, berita tentang pakistan, banjir di pakistan2010, berita-berita banjir, banjel di paki